Sukacita di Hadirat Tuhan

Sukacita di Hadirat Tuhan

Maria berangkat dan bergegas ke daerah perbukitan menuju kota Yehuda, di mana dia memasuki rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah bayi yang ada di dalam rahimnya, dan Elisabet, yang dipenuhi dengan Roh Kudus, berseru dengan suara nyaring dan berkata, “Maha berbahagialah kamu di antara para wanita, dan terpujilah buah kandunganmu.” Lukas 1:39–42

Pesta indah yang kita rayakan hari ini menggambarkan dua kehamilan yang ajaib. Yang satu terjadi karena naungan Roh Kudus. Yang lainnya adalah pembuahan secara ajaib di dalam rahim seorang wanita yang sudah lanjut usia. Ayat Kitab Suci yang dikutip di atas menyajikan kepada kita pertemuan awal Maria dan Elisabet ketika mereka saling menyapa saat kedatangan Maria. Mary telah melakukan perjalanan jauh untuk menemui sepupunya selama beberapa bulan terakhir kehamilan Elizabeth. Dan saat menyapa Elizabeth, peristiwa ajaib lainnya terjadi. Bayi dalam kandungan Elizabeth, Santo Yohanes Pembaptis, “melompat kegirangan.” Jadi, bahkan sebelum kelahirannya, Yohanes mulai memenuhi misi uniknya yaitu mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Dia melakukan hal tersebut pada saat itu dengan mengilhami ibunya sendiri, Elizabeth, dengan pengetahuan tentang kehadiran ilahi Juruselamat di dalam rahim Maria.

Perhatikan, khususnya, percakapan yang dilakukan kedua wanita suci ini selama bulan-bulan mereka bersama. Meskipun kita hanya diberi sedikit gambaran tentang percakapan awal mereka yang diambil dari Alkitab, kita dapat yakin bahwa ini hanyalah contoh kecil dari apa yang akan mereka bahas secara rinci dan penuh doa. Secara khusus, percakapan mereka akan berisi saling berbagi karunia rohani berupa sukacita.

Kegembiraan lebih dari sekadar emosi. Itu bersifat spiritual. Ini bukan sekedar pengalaman akan sesuatu yang menyenangkan, tapi pengalaman menyadari tindakan Tuhan dalam hidup Anda. Melihat Tuhan bekerja dengan cara yang menakjubkan membawa kita pada rasa syukur dan sukacita. Kegembiraan ini menghasilkan kekuatan dan energi yang menular dan membangkitkan semangat.

Kita semua harus berusaha untuk melihat tangan Tuhan bekerja dalam kehidupan kita sehingga fokus kita pada tindakan ilahi-Nya akan menghasilkan sukacita juga. Kami membutuhkan kegembiraan. Kita perlu dikuatkan oleh karunia ini agar kita terdorong dan dikuatkan sewaktu kita berupaya setiap hari untuk memenuhi kehendak-Nya.

Renungkan, hari ini, kesaksian sukacita yang diberikan oleh kedua wanita suci ini kepada kita. Ketahuilah bahwa Anda dipanggil untuk berbagi sukacita yang sama saat Anda dengan rendah hati mengalihkan perhatian Anda pada cara Tuhan memberkati Anda. Jika Anda merasa kurang bahagia dalam hidup, pertimbangkan di mana Anda membiarkan pikiran Anda mengembara sepanjang hari. Apakah Anda memikirkan masa lalu, kepedihan, masalah, dan sejenisnya? Jika demikian, niscaya pikiran-pikiran tersebut akan berujung pada depresi dan bahkan mungkin keputusasaan. Cobalah untuk mengalihkan pikiran Anda pada tindakan Tuhan dalam hidup Anda. Lihatlah banyaknya berkat yang telah diberikan kepada Anda dan nikmati tindakan ilahi tersebut. Melakukan hal ini akan menuntun Anda untuk bersukacita bersama Santa Elizabeth dan Bunda Maria.

Bayiku yang kudus Yesus, ketika Engkau tinggal di dalam rahim suci ibumu yang terkasih, kehadiranmu menimbulkan banyak kegembiraan di hatinya dan di hati Elizabeth dan Yohanes. Bantulah aku untuk melihat kehadiran-Mu di dunia kami dan dalam hidupku, sehingga aku juga akan dipenuhi dengan sukacita karena Engkau terus-menerus datang kepadaku. Yesus, aku percaya pada-Mu (komsos/source)