"Terimalah Roh Kudus....."

"Terimalah Roh Kudus....."

Bacaan I       : Kis. 2 : 1-11
Mazmur        : 104
: 1ab.24ac.29bc-30.31.34; R:30
Bacaan II      : Gal. 5 :
16-25
Bacaan Injil   : Yoh. 15
: 26-27; 16:12-15

 

Hari ini kita merayakan Hari Raya Pentakosta, peristiwa turunnya Roh Kudus kepada para Rasul seperti yang dikisahkan pada Kis. 2:1-11. Hari ini juga kita merayakan hari kelahiran Gereja Kristus yaitu Gereja Katolik. Roh Kudus yang sama yang dicurahkan kepada para Rasul juga dicurahkan kepada Gereja dan kita semua anggota-anggota Gereja. Kita telah menerima Roh Kudus saat di baptis dan menjadi lebih nyata lagi saat menerima Sakramen Krisma.

Nah ... pertanyaan besarnya adalah, apakah yang harus kita lakukan setelah menerima kehadiran Roh Kudus dalam diri dan hidup kita ? Saat kita di baptis, maka kita diperbaharui di dalam Kristus dan menerima Roh Kudus. Katekismus Gereja Katolik mengatakan “Yesus Kristus diurapi oleh Bapa dengan Roh Kudus dan dijadikan “imam, nabi, dan raja“. Seluruh Umat Allah mengambil bagian dalam ketiga jabatan Kristus ini, dan bertanggung jawab untuk perutusan dan pelayanan yang keluar darinya. (KGK, 783; lihat juga KGK, 1241, 1546, 1581, 436). Oleh karena itu, tiga tugas utama Kristus, sebagai Imam, Raja dan Nabi juga akan menjadi tugas kita.

Sebagai umat Allah, didalam menjalankan tugas sebagai Imam, umat Allah diajak untuk terus-menerus berpartisipasi dalam kehidupan sakramen dan liturgi, terutama Sakramen Ekaristi dan Sakramet Tobat. Umat juga terus-menerus diingatkan untuk hidup kudus – yaitu mengasihi Allah dan sesama atas dasar Kasih terhadap Allah. Sebagai Nabi, kita terus berpegang pada kebenaran dan hidup menurut kebenaran yang telah ditetapkan oleh Kristus melalui Gereja-Nya. Umat Katolik juga diajak turut aktif dalam karya pewartaan dan kesaksian hidup. Sebagai Raja, umat diutus untuk menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri maupun orang disekitarnya termasuk keluarga dengan tujuan membawa mereka kepada kekudusan. Tugas ini tentu tidak mudah sebab akan selalu mendapat tantangan dari lingkungan sekitarnya. Mungkin ada penolakan bahkan cemooh, namun Yesus telah memberi teladan agar tetap teguh dalam menjalankan tugas pengutusan itu.

Umat Tuhan yang terkasih, kita bersyukur bahwa kita tidak sendirian di dalam menjalankan tugas berat sebagai Imam, Nabi dan Raja. Roh Kudus yang dicurahkan bagi kita akan memperlengkapi kita dengan karunia-karunia dan karisma-karisma yang kita butuhkan untuk tugas berat itu, membantu kita menaati dorongan Ilahi dalam diri kita serta agar kita dapat hidup sebagai anak-anak Allah. Roh Kudus juga yang akan memimpin kita kepada seluruh kebenaran dan memampukan kita untuk menjadi saluran kasih Allah. Dari pihak kita hanya diminta untuk membuka hati dan membiarkan Dia bekerja secara bebas di dalam dan melalui diri kita. Sudah siapkah kita menjalani peran itu ?

Selamat hari Minggu, selamat bertemu Tuhan di dalam Ekaristi - Tuhan memberkati.