“Makna Persaudaraan”

“Makna Persaudaraan”

Renungan Harian, Selasa 8 September 2020

“Makna Persaudaraan”

Mikha 5:2-5; Roma 8:28-30; Mazmur 13:6, Yesaya 51:10; Matius 1: 1-16, 18-23

     Para Sahabat, dalam kesempatan ini, kita diajak memahami Perikop Alkitab dalam uraian mengenai silsilah Yesus Kristus menurut Injil Matius.

      Dalam pembukaannya jelas bahwa Matius mau mengajak pembaca menghubungkan persaudaraan sedarah antara Daud sebagai raja yang dikagumi bangsa Israel dengan Yesus. Persaudaraan diharapkan membuat orang-orang Yahudi  lebih yakin memahami Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan.  Demkian juga Kitab Mikha , menguatkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan.

        Namun demikian perenungan kita lebih fokus pada uraian persaudaraan yang melekat dari Abraham sampai dengan Yesus,  dimana ikatan darah menjadi parameter persaudaraan.

Yesus sebaliknya dalam ajaran-Nya,  berupaya memperluas  arti persaudaraan,   tidak hanya  terkait pada ikatan darah, namun lebih mengutamakan keimanan kepada Allah. Hal ini pernah diungkapkan-Nya,  antara lain dalam Injil Lukas,  …….. Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya. “ Lukas 8:21).  

Hal yang sama ditegaskan oleh Rasul Paulus  dalam suratnya kepada Jemaat di-Roma; ……..Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29).

Dengan demikian persaudaraan dalam paradigma ajaran Yesus begitu luas tidak hanya sekedar ikatan darah, namun saudara adalah semua yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.

      Kiranya uraian diatas membenarkan apa yang kita canangkan dalam BKS 2020 ini dimana kita harus “Menjadi Saudara Yang Adil Dimasa Pandemi”. Selamat mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari.

@dlafevermore