Surga-NYA Surga-ku juga

Surga-NYA Surga-ku juga

Minggu PASKAH V, 10 Mei 2020

Surga-NYA Surga-ku juga

Kis. 6 : 1-7; 1 Ptr. 2 : 4-9; Yoh. 14 : 1-12

Saat membaca Bacaan Injil Minggu ini dari Injil Yohanes, saya teringat kesaksian seorang teman yang baru saja mengalami cinta mula-mula dengan Tuhan. Dia seorang Katolik, tetapi dia menjalani iman ke-Katolikannya dengan suam-suam kuku alias ngga panas ngga dingin. Bagi dia yang penting adalah setiap hari Minggu, Natal dan Paskah pergi ke Gereja. Perubahan pada dirinya terjadi saat mengikuti pertemuan doa sebuah Komunitas Doa. Di dalam pertemuan doa itu dia mengalami jamahan Tuhan yang tidak biasa; badannya gemetar dan dia menangis tanpa bisa berhenti. Dia merasakan Cinta yang luar biasa dari Tuhan. Yang dia alami, seperti diceritakannya, mengapa Tuhan yang Mahakuasa itu mau datang kepadanya manusia yang penuh dosa, memeluk, mengampuni dan mencurahkan Cinta-NYA tanpa henti. Beribu perasaan dia alami; menyesali dosa, malu, heran, sukacita dll. Tetapi satu hal yang telah merubah hidupnya; ‘kini dia merasakan Tuhan itu sungguh hidup, ada bersama kita dan tidak pernah berhenti mencintai manusia – tidak peduli sebesar apapun dosa manusia – DIA selalu membuka tangan-NYA bagi siapapun yang mau bertobat’. Dia yang pada awalnya mengikuti komunitas ini karena terpaksa mengikuti ajakan Istrinya, sekarang dia sangat menyukainya.

Perubahan pada dirinya tidak berhenti di situ. Hatinya kini menjadi sangat melow. Dia bisa tiba-tiba menangis saat mengikuti Jalan Salib. Sebuah tangis penyesalan mengapa dia hidup dalam dosa sehingga Tuhan harus melalui Jalan Salib yang tidak ringan. Begitupun saat membaca Kitab Suci, tanpa sadar dia bisa meneteskan air mata saat membaca ayat yang sangat menyentuhnya. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu”. Yohanes 14 : 1-2 inilah yang menjadi alasan mengapa renungan ini dibuat. Teman saya diatas menangis saat membaca ayat ini karena dia merasa bahwa Tuhan tidak pernah berhenti mencintainya. Dia menangis karena tak habis pikir mengapa Yesus terus saja mencurahkan cinta kepada manusia, termasuk dia, bahkan mau repot-repot  mati di Salib, menyiapkan tempat bagi kita di Surga bahkan dia mau menjemput kita untuk memastikan bahwa kita akan berada di tempat DIA berada (bdk. Yoh. 14 : 3).

Umat Tuhan yang terkasih, pesan bacaan-bacaan minggu ini hanya satu; “Apakah kita sudah sungguh-sungguh mengenal DIA ?”. Kalau kita sudah sungguh mengenal-NYA, maka pertanyaan Thomas kami tidak tahu kemana Engkau pergi dan juga pertanyaan Filipus tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, tidak perlu terlintas dalam benak kita. Dua pertanyaan itu jawabannya hanya satu .. YESUS KRISTUS. Caranya ? “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani bagi suatu imamat kudus ....”. ( bdk 1 Ptr. 2 : 5) dan bersama Tuhan, kita terlibat dalam berbagai pelayanan rohani   (bdk. Kis. 6:1-7). Kalau Tuhan rela menyiapkan waktu bagi kita, mengapa kita enggan memberikan sebagian waktu kita untuk melayani DIA dan mewartakan semua kebaikan-NYA kepada dunia ?

Selamat hari minggu, selamat bertemu Tuhan di dalam Ekaristi. Tuhan memberkati.